INDPORTAL.COM,JAKARTA — Kecelakaan kereta api terjadi pada Rabu malam, 29 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Stasiun Bekasi Timur. KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL tujuan Kampung Bandan – Cikarang yang tengah berhenti di emplasemen stasiun, Kamis (30/4/2026)
Benturan keras menyebabkan gerbong belakang KRL ringsek parah. Jalur lintas Bekasi–Cibitung salah satu koridor tersibuk sempat lumpuh. Data sementara mencatat 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.
Ketua Umum Poros 98, Bilung Silaen, menilai peristiwa tersebut perlu diusut secara menyeluruh. Ia menduga rangkaian kejadian bermula dari insiden KRL relasi Cikarang–Angke yang sebelumnya menabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang di kawasan Bekasi.
Menurutnya, kendaraan tersebut diduga mogok di tengah lintasan sebelum akhirnya tertabrak KRL. Dalam selang beberapa menit, situasi berkembang hingga terjadi tabrakan lanjutan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
“Pertanyaannya, bagaimana mungkin KA Argo Bromo Anggrek bisa masuk ke jalur yang sama dengan KRL? Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujar Bilung.
Ia menyoroti penerapan absolute block system, yakni sistem persinyalan yang seharusnya mencegah dua kereta berada dalam satu petak jalur yang sama.
“Dalam prinsip keselamatan, jika satu jalur masih terisi, sinyal harus merah dan kereta berikutnya tidak boleh masuk. Tidak boleh ada dua kereta dalam satu petak blok,” katanya.
Bilung menilai fakta masuknya KA Argo Bromo Anggrek hingga menabrak KRL merupakan kejanggalan serius yang perlu didalami. Ia mendesak pemerintah dan DPR untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan kendaraan di perlintasan kereta yang diduga menjadi pemicu awal insiden, dan meminta agar seluruh aspek terkait, termasuk faktor keselamatan di perlintasan sebidang, dievaluasi secara menyeluruh.
“Pemerintah harus bertanggung jawab penuh terhadap korban dan memastikan tragedi ini diusut tuntas,” ujarnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi lengkap serta faktor penyebab kecelakaan tersebut. (*)


