Fakta Miris Pendidikan Di Tanggamus Terbongkar, Sekolah Mirip Gubuk Jadi Sorotan

INDPORTAL.COM, TGM — Di tengah klaim peningkatan kualitas pendidikan, kondisi SDN 1 Pekon Tanjung Raja Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung justru memunculkan ironi, Kamis (30/4/2026)

Video yang memperlihatkan bangunan sekolah tersebut viral di media sosial, menampilkan realitas yang berbanding terbalik dengan narasi pembangunan yang selama ini digaungkan.

Dalam rekaman yang beredar, bangunan sekolah tampak jauh dari standar kelayakan. Dinding kayu dan atap seng yang sederhana membuatnya lebih menyerupai gubuk daripada ruang belajar.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar, sejauh mana perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan di wilayah pelosok?

Situasi ini tidak hanya memantik keprihatinan, tetapi juga kritik. Di saat berbagai program pendidikan terus disosialisasikan, kondisi fisik sekolah seperti ini justru menunjukkan adanya celah dalam pengawasan dan pemerataan pembangunan.

Berita Terbaru  Sholat Ied bersama

Sorotan semakin menguat setelah Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron turun langsung ke lokasi. Aktivis yang dikenal vokal dalam mengadvokasi dugaan penyelewengan dana publik, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), itu disebut ingin melihat langsung kondisi di lapangan.

Kedatangannya disambut oleh Bangtaun, Mak Ijeh, serta sejumlah konten kreator lain yang lebih dulu mengangkat persoalan ini ke ruang publik. Selain itu, turut hadir Parles, seorang konten kreator yang disebut bekerja di Dinas Kominfo Kabupaten Tanggamus.

Kehadiran para konten kreator ini semakin memperkuat tekanan publik terhadap pemerintah daerah. Pertanyaan pun mengemuka, apakah kondisi ini luput dari pengawasan, atau memang belum menjadi prioritas?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi bangunan sekolah maupun langkah konkret yang akan diambil.

Berita Terbaru  Tanggapi MPR For Papua, LaNyalla : Bagus Saja, Tetapi Aroma Kepentingan Pribadi Sangat Tercium

Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya merespons setelah viral, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan nyata agar hak dasar pendidikan bagi anak-anak dapat terpenuhi secara layak.

Berita Terbaru