INDPORTAL.COM,TGM — Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, Adi Gunawan, S.E., M.M., membantah keterlibatannya dalam dugaan permintaan uang sebesar Rp15 juta terkait proses mutasi seorang guru SD Negeri 2 Tirom, Kecamatan Pematang Sawa, Senin (20/4/2026)
Adi menegaskan, dirinya tidak pernah meminta maupun menerima uang sebagaimana yang disebutkan oleh sejumlah pihak.
“Saya secara pribadi tidak pernah meminta atau menerima uang dalam proses mutasi tersebut. Hal itu tidak benar,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, selama menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, seluruh proses administrasi kepegawaian, termasuk mutasi guru, dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus melalui prosedur resmi dan tidak dibenarkan adanya pungutan di luar ketentuan.
Lebih lanjut, Adi memaparkan latar belakang program penataan guru yang sempat dijalankan pada 2023. Saat itu, ia bersama Kepala Dinas Pendidikan, Yadi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Kecamatan Pematang Sawa.
Dalam kunjungan tersebut, ditemukan adanya guru yang tidak aktif mengajar dengan alasan jarak tempat tinggal yang jauh dari sekolah.
“Kami berinisiatif membuat program penataan agar guru bisa dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya atau ke sekolah yang membutuhkan,” katanya.
Ia menyebutkan, program tersebut sempat berjalan dan sebagian guru telah menerima Surat Perintah Tugas (SPT) sebagai penugasan awal. Namun, proses lanjutan untuk penetapan mutasi definitif belum sempat diajukan.
“Program sudah berjalan, tetapi yang menerima SPT belum sempat diajukan ke bupati untuk penerbitan SK mutasi karena saat itu terjadi perubahan nomenklatur. Tim kami sudah demisioner,” ujarnya.
Adi yang saat ini menjabat sebagai Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus mengaku keberatan namanya dikaitkan dalam dugaan tersebut tanpa disertai bukti yang jelas. Ia meminta agar informasi yang beredar dapat diklarifikasi secara menyeluruh.
“Saya berharap semua pihak menahan diri dan mengedepankan klarifikasi yang berimbang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Ia juga menyatakan dukungan kepada pihak berwenang untuk menelusuri dugaan praktik permintaan uang dalam proses mutasi tersebut, termasuk jika ada pihak yang mengatasnamakan dirinya.
“Silakan ditelusuri jika ada oknum yang mengatasnamakan saya. Saya sangat mendukung jika hal ini diungkap secara terang,” tegasnya.
Sebelumnya, nama Adi Gunawan disebut dalam keterangan salah satu pihak terkait dugaan aliran dana dalam proses mutasi guru. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi terhadap pihak-pihak lain yang disebut dalam perkara tersebut masih terus dilakukan.


