Pola Pembagian MBG Di Sukarame Dipertanyakan, Wali Siswa Soroti Nilai Dan Standar Gizi

INDPORTAL.COM,BALAM — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, menuai tanda tanya. Sejumlah wali siswa menyebut pembagian makanan selama bulan Ramadhan dilakukan setiap tiga hari sekali, bukan harian seperti yang mereka pahami sebelumnya, Sabtu (28/2/26)

Paket yang diterima siswa kelas 4 hingga 6 sekolah dasar disebut berisi dua kotak susu kemasan, dua bungkus roti, empat buah kurma, dua butir telur ras atau empat telur puyuh, serta satu bungkus kecil kacang bogor. Orang tua siswa memperkirakan nilai paket tersebut sekitar Rp 20.000 untuk konsumsi tiga hari.

Padahal, berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wali murid, alokasi MBG untuk jenjang tersebut ditetapkan Rp 10.000 per siswa per hari. Jika dihitung untuk tiga hari, nilainya semestinya mencapai Rp 30.000.

Berita Terbaru  Lakukan Upaya Pembenaran Terkait Kasus Sertifikat, Pihak BRI Diduga Berikan Keterangan Palsu.

“Kalau memang anggarannya Rp 10.000 per hari, seharusnya untuk tiga hari Rp 30.000. Kami hanya ingin transparan,” ujar salah satu wali siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Selain nilai paket, pola pembagian yang dirapel juga dipersoalkan. Sumber lain yang mengetahui teknis pelaksanaan MBG menyebutkan bahwa selama Ramadhan pembagian tetap seharusnya dilakukan setiap hari dan tidak digabung, dengan komposisi menu yang memenuhi standar gizi.

Secara nasional, standar komposisi MBG mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat sesuai kebutuhan usia anak. Program ini merupakan salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Berita Terbaru  Diduga Terlibat Kasus Penipuan Kadis Perkim Kota Metro Ditahan

Jika terdapat selisih antara alokasi dan realisasi di lapangan, pengawasan dan audit dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran. Dengan asumsi satu dapur melayani ribuan siswa, potensi selisih anggaran dalam satu periode pembagian bisa bernilai signifikan.

Hingga berita ini ditulis, pihak yayasan maupun pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sukarame belum memberikan tanggapan atas pertanyaan mengenai pola distribusi dan rincian anggaran tersebut. Indportal.com masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak terkait. (Zaini)

Berita Terbaru