Polemik Dana BOS SDN 1 Kuripan Memanas, Kepala Sekolah Diduga Beri Uang Ke Wartawan

INDPORTAL.COM, TANGGAMUS — Polemik pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 1 Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, kembali menjadi sorotan tajam, Minggu (18/1/2026)

Kali ini, mencuat dugaan percobaan pemberian uang kepada wartawan oleh oknum kepala sekolah SDN 1 Kuripan berinisial SU. Peristiwa tersebut diduga terjadi saat wartawan melakukan klarifikasi terkait pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut.

Usai proses wawancara, oknum kepala sekolah tersebut disebut memberikan sebuah amplop kepada wartawan, yang diduga berisi sejumlah uang.

Pemberian tersebut langsung ditolak oleh wartawan karena dinilai bertentangan dengan kode etik jurnalistik serta prinsip independensi pers. Wartawan tetap melanjutkan tugas peliputan sesuai kaidah jurnalistik yang berlaku.

Berita Terbaru  Bupati Tanggamus Di TV One Bicara Reformasi Pembangunan, Tapi Tantangan Nyata Masih Berat

Dugaan tersebut semakin menambah sorotan terhadap pengelolaan Dana BOS di SDN 1 Kuripan, yang sebelumnya telah menjadi perhatian publik maupun instansi terkait.

Dalam keterangannya kepada wartawan, oknum kepala sekolah berinisial SU juga mengakui bahwa dirinya kerap memberikan uang bensin atau rokok kepada tamu yang datang, baik dari kalangan wartawan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun organisasi kemasyarakatan (ormas).

Sementara itu, mantan bendahara sekolah tahun anggaran 2024 berinisial TY menyampaikan penilaiannya terkait sikap kepala sekolah tersebut. Menurut TY, kepala sekolah dinilai tidak menunjukkan kepedulian yang sama terhadap guru-guru di sekolah.

“Kalau dengan kami sebagai guru, sangat pelit. Bahkan untuk air minum saja tidak pernah disediakan, terpaksa kami membawa sendiri,” ujar TY.

Berita Terbaru  Sering Mati Lampu, Sejumlah Pengusaha Di Kawasan Industri Kendal Telah Mengalami Kerugian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala SDN 1 Kuripan maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemberian uang kepada wartawan maupun pengelolaan Dana BOS. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi.

Berita Terbaru