Kerusakan Gorong-gorong Dana Desa Picu Perbedaan Penjelasan Pejabat Dan Pendamping

INDPORTAL.COM, PRINGSEWU – Terkait kerusakan gorong-gorong tembok penahan tanah (TPT) di Pekon Fajar Baru, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, yang dilaporkan retak dan ambruk, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kasi PMD) Kecamatan Pagelaran Utara, Soeparman, memberikan klarifikasi, Selasa (13/1/2026)

Soeparman menjelaskan, pengawasan pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa dilakukan dalam dua tahap. Namun, untuk aspek teknis di tingkat pekon, ia menyebut terdapat pendamping teknis yang bertugas mendampingi pelaksanaan kegiatan.

Meski demikian, Soeparman menegaskan bahwa secara teknis pembangunan gorong-gorong idealnya menggunakan tulangan besi agar memiliki kekuatan struktur yang memadai, terlebih karena gorong-gorong tersebut berfungsi sebagai akses masyarakat dan dilalui kendaraan.

Berita Terbaru  Wabup Tanggamus Dampingi Tim KKP Tinjau Usulan Kampung Nelayan Merah Putih

“Itu kan untuk akses masyarakat, termasuk kendaraan, jadi idealnya harus menggunakan besi agar konstruksinya kuat,” ujar Soeparman.

Ia menambahkan, pihak kecamatan akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan gorong-gorong TPT tersebut.

Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan Hari, mantan pendamping desa di Pekon Fajar Baru. Ia menyebut, dalam rencana anggaran biaya (RAB), gorong-gorong tersebut direncanakan menggunakan buis beton dan pekerjaan yang dilakukan merupakan perbaikan terhadap gorong-gorong lama yang sebelumnya juga terbuat dari buis beton.

“Kita hanya memperbaiki gorong-gorong lama yang pecah, yang juga terbuat dari buis beton,” kata Hari.

Menurut Hari, pada bagian atas buis beton tersebut kemudian dibuatkan rabat beton yang dicampur dengan timbunan sabes sebagai bahan pemadat. Namun, ia mengakui kemungkinan proses pemadatan belum optimal saat pengecoran dilakukan.

Berita Terbaru  Dana Desa 2025 Pekon Penantian Ulu Belu Disorot Warga, Prioritas Anggaran Dipertanyakan

“Mungkin timbunannya belum padat dan sudah dicor. Nanti saya konfirmasi dulu, karena saya juga belum tahu secara pasti,” ujarnya.

Perbedaan penjelasan mengenai spesifikasi teknis dan metode pekerjaan tersebut menambah alasan bagi dilakukannya pemeriksaan lapangan untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan kondisi fisik bangunan.

Berita Terbaru