Tonggak Baru Kepemimpinan Pesawaran: Saatnya Nanda–Anton Bekerja Nyata

INDPORTAL.COM,PSW – Pelantikan Hj. Nanda Indira Bastian dan H. Antonius Muhammad Ali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2025–2030 bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Rabu (27/8/2025)

Momentum ini merupakan awal dari babak baru perjalanan politik dan pembangunan di Bumi Andan Jejama.

Sosok Nanda bukanlah wajah baru di kancah politik Pesawaran. Istri dari Dendi Ramadhona tersebut dikenal memiliki basis sosial dan politik yang kuat.

Kehadirannya sebagai Bupati tentu akan membangun ekspektasi tinggi dari masyarakat, keberlanjutan pembangunan, penguatan pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pasangannya, Antonius Muhammad Ali, membawa warna tersendiri. Latar belakang hukum yang dimilikinya diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Berita Terbaru  Semangat Belajar Di Usia Senja, Sekolah Lansia Kasih Ibu Gelar Wisuda Di Tanggamus

Kombinasi keduanya mencerminkan harapan akan kolaborasi kepemimpinan yang tegas, namun tetap dekat dengan rakyat.

Di sisi lain, momen purna bakti Dr. Dendi Ramadhona tidak boleh diabaikan. Satu dekade kepemimpinannya telah meninggalkan jejak pembangunan yang signifikan.

Namun, warisan itu sekaligus menjadi tantangan besar bagi Nanda–Anton, apakah mereka mampu melanjutkan bahkan melampaui capaian Dendi?

Masyarakat kini menunggu bukti, bukan janji. Isu-isu klasik seperti pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan yang merata, hingga kesejahteraan petani dan nelayan, harus menjadi prioritas utama.

Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) DPC Pesawaran, Nasoba, menegaskan bahwa kepemimpinan baru ini harus benar-benar mampu menghadirkan solusi nyata bagi rakyat.

Berita Terbaru  Polres Tanggamus Memeriksa Saksi Dalam Kasus sertifikat Milik Supriono, Pihak BRI 2 Kali Mangkir.

“Kita ucapkan selamat kepada pasangan Nanda–Anton. Namun, euforia pelantikan jangan membuat mereka lupa, karena rakyat Pesawaran butuh bukti kerja, bukan sekadar janji politik. Media akan terus mengawal jalannya pemerintahan,”Tegas Nasoba.

Pesawaran membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul semua elemen, bukan hanya elit politik. Tasyakuran yang dihadiri Forkopimda, organisasi masyarakat, hingga insan pers menjadi simbol awal bahwa kepemimpinan Nanda–Anton dituntut untuk inklusif.

Harapan kini tertuju pada kepemimpinan baru. Nanda–Anton tidak hanya dituntut untuk melanjutkan, tetapi juga memperbaiki, mengakselerasi, dan menghadirkan perubahan nyata. (Soba)

Berita Terbaru